LANGKAT- Program desa pintar (smart village), dengan memanfaatkan sistem digital sebagaimana program Kemendes RI, mulai dilirik desa-desa di Kabupaten Langkat.
Desa Sei Penjara, salah satu desa yang tertarik dengan program smart village tersebut. Tak ingin tertinggal dalam mempelajari program digitalisasi ini, Desa Sei Penjara mengirim salah satu perangkat desanya untuk mengikuti Peningkatan SDM dan pengoperasionalan Web Aplikasi Administrasi Desa yang dilaksanakan 2-5 September di Hotel Wing, Kualanamu.
Dari 240 desa di Langkat, hanya sekitar 100 desa yang memiliki peluang mengikuti kegiatan ini. Sebagai narasumber, dihadirkan Kepala Desa Krandegan Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, Dwinanto SE dan tim. Dipilihnya Desa Krandegan sebagai narsum, tak lain karena desa ini termasuk desa digital tingkat nasional dan telah beberapa kali di tinjau Menteri Desa terkait Smart Village di desa tersebut.
Dengan pelatihan tersebut, staf atau operator di desa dapat mengoptimalkan peran digital secara online, dalam penerapan pelayanan administrasi kepada masyarakat."Dengan sistem digital, masyarakat dapat mengurus surat-surat yang di keluarkan oleh desa, tanpa harus datang ke kantor desa. Cukup melalui hp, sudah terintegrasi dengan pelayanan administrasi desa".
Menurut Dwinanto, pihaknya akan terus melakukan pendampingan di desa-desa di Langkat yang tertarik dengan konsep Smart Village, yakni desa pintar berbasis digital."Setelah pelatihan ini, setiap minggu tim kami akan melakukan zoom meeting untuk melakukan pelatihan lanjutan",ujarnya.
Pelatihan secara daring dilakukan, hingga desa-desa memiliki kemampuan yang baik dalam menerapkan smart village."Pendampingan secara daring ini gratis, hingga desa benar-benar bisa menerapkan sistem administrasi desa secara online seperti desa Krandegan,"tukasnya.